Dinding Tubuh Serangga

Posted: April 7, 2011 in Serangga

Dinding Tubuh Serangga

Insectzoo.msstate.edu

Rangka seekor hewan menunjang dan melindungi tubuh, dan memindahkan gaya- gaya yang ditimbulkan oleh kontraksi urat- urat daging. Salah satu sifat dasar artropoda adalah perkembangan keeping- keeping yang mengeras atau bagan keeping- keeping yang mengeras atau sklerit, dan persatuan mereka ke dalam system rangka hewan tersebut. Ini biasanya disebut sebagai eksoskeleton karena sklerit adalah bagian dari dinding tubuh bagian luar artropoda. Sebenarnya, artoproda juga mempunyai eudoskeleton (rangka dalam) penunjang yang luas, kekang- kekang, dan tempat- tempat untuk penempelan urat- urat daging. Sifat- sifat dinding tubuh juga mempengaruhi cara zat- zat seperti air dan oksigen bergerak masuk dan keluar dari hewan.

Integumen seekor serangga terdiri dari tiga lapisan utama : satu lapisan sel, epidermis; lapisan aseluler yang tipis di bawah epidermis (yaitu menuju ke bagian dalam hewan), selaput dasar; dan lapisan aseluler lainnya, yang disekresikan oleh sel- sel epidermis dan dikeluarkan, yaitu kutikula.

Kutikula dadalah lapisan kimiawi yang kompleks, tidak hanya berbeda dalam struktur dari satu jenis ke jenis lainnya, tetapi bahkan berbeda dalam ciri- cirinya dari satu bagian seekor serangga ke bagian lainnya. Kutikula terbuat dari rangkaian- rangkaian polisakarida, kitin yang terbungkus dalam matrik protein. kitin terutama terbuat dari monomer gula N-asetilglukosamin. Rangkaian- rangkaian kitin individual saling menjalin- jalin membentuk mikrofibril, dan  mikrofibril- mikrofibril ini seringkali terletak sejajar dalam satu lapisan disebut lamina.

Kitin itu sendiri ialah satu zat yang sangat resisten, tetapi tidak membuat kutikula keras. Kekerasan berasal dari perubahan- perubahan selubung protein di mana mikrofibril- mikrofibril diselimuti. Kutikula tersebut pertama kali disekresikan oleh epidermis, disebut prokutikula, adalah empuk, liat, pucat warnanya, dan mudah direnggangkan sampai batas tertentu.  Pembentukan sklerit di kutikula ini adalah proses pengerasan dan penghitaman atau sklerotisasi. Ini akibat dari pembentukan ikatan- ikatan silang antara rangkaian- rangkaian protein di bagian- bagian luar prokutikula. Kutikula yang brsklerotisasi demikian disebut eksokutikula. Dibawah eksokutikula mungkin kutikula yang tidak bersklerotisasi yang disebut endokutikula. Endokutikula yang liat membentuk “selaput” yang menghubungkan sklerit- sklerit dan dapat diserap kembali dalam tubuh sebelum berganti kulit.

Di atas endo- dan eksokutikula terdapat satu lapisan aseluler yang sangat tipis, epikutikula. Epikutikula itu sendiri terdiri dari lapisan- lapisan : yang biasanya ada ialah epikutikula bagian dalam, epikutikula bagian luar (atau kutikulin), satu lapisan lilin, dan satu lapisan perekat. Epikutikula tidak mengandung kitin. Lapisan lilin tersebut sangat penting bagi serangga- serangga darat karena lapisan lilin berfungsi sebagai mekanisme utama untuk membatasi kehilangan air melalui dinding tubuh (kedua eksokutikula dan sendokutikula permeabel terhadap air). Seperti hanya suatu benda padat yang menyusut dalam ukuran besarnya (bila diukur berdasar isi, luas permukaan, atau beberapa dimensi linear) maka perbandingan luas permukaan terhadap isinya, yaitu jumlah daerah permukaan, imbanga itu meningkat. Karena itu, kehilangan air melalui permukaan tubuh secara relatif lebih penting bagi seekor makhluk kecil daripada yang besar. Banyak hewan- hewan darat kecil terkenal yang tidak mempunyai satu lapisan malam, misalnya siput dan isopoda, tetapi makhluk- makhluk ini biasanya terbatas pada daerah- daerah yang mempunyai kelembaban relatif yang tinggi, jadi menurunkan laju hilan air dari tubuh mereka.

Sklerit- sklerit dinding tubuh seringkali dipisahkan oleh lekukan- lekukan dan bukit- bukit, atau mungkin menonjol ke dalam tubuh sebagai tonggak- tonggak dalam. Pada umumnya, suatu lekukan bagian luar memberikan satu tanda lekukan kutikula dinding tubuh bagian luar disebut suatu sulkus (jamak sulsi). Istilah sutura juga sangat luas dipakai dan menunjuk suatu garis persatuan antara dua sklerit yang dahulunya terpisah. Perbedaan itu sanagt halus dan seringkali sulit atau tidak mungkin hanya dengan melihat pada struktur bagian luar dari satu spesimen; oleh sebab itu di dalam buku ini kita umumnya kan menggunakan istilah- istilah ini lebih kurang secara sinonim. Garis pembalikan (infeksi) yang terlihat dari sebelah luar biasanya berkaitan dengan gerigi- gerigi bagian dalam, atau kostae. Kostae bagian dalam berfungsi sebagai kekang- kekang yang menguatkan atau sebagai tempat- tempat penempelan otot daging. Puncak bagian luar mungkin disebut sebagai kosta atau karina (atau sejumlah nama- nama umum Inggris lainnya seperti ‘keel’). Penonjolan- penonjolan bagian dalam kutikula juga disebut sebagai apodema atau apofisis.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s