Penyakit Pada Lebah

Posted: Maret 9, 2011 in Serangga

MACAM PENYAKIT PADA LEBAH MADU

Penyakit yang menyerang pada lebah madu yang kini dikenal lebih banyak disebabkan oleh mikroorganisme berupa bakteri, virus, jamur. Pemindahan penyakit dai satu koloni lebah madu ke koloni yang lain dapat terjadi melalui lebah dewasa dan penggunaan kembali sarang yang telah terkontaminasi penyakit.

Lebah dewasa khususnya lebah perawat dapat menularkan penyakit ke koloni yang sehat dimungkinkan karena lebah tersebut telah terkontaminasi penyakit dari lebah perampok yang sebelumnya telah merampok polen dari srang yang terkontaminasi penyakit.

Penyakit yang menyerang lebah madu dibagi menjadi 2 kategori, tergantung dari yang diserang, yakni 1) Eraman atau 2) Lebah madu dewasa. Penyakit eraman biasanya dianggap paling berbahaya karena berpengaruh terhadap seluruh koloni dan sulit dikontrol.

1) Penyakit Eraman

  1. Penyakit American Fould Brood (AFB)

Penyakit ini menyebar luas seluruh dunia, di semua benua dan pulau-pulau pasifik. Penyakit ini sangat umum di korea dan menyebabkan kerusakan yang parah  selain di korea penyakit ini pernah menjadi eksplosif di beberapa pulau di hawai dimana pada saat itu mampu menghentikan peternakan lebah madu yang ada.

AFB tidak merusak koloni pada tahun pertama kehadirannya, namun bila tidak terdeteksi dan tidak tekontontrol maka penyakit ini mampu menyebar pada selurh daerah dan mampu menghancurkan peternakan lebah madu.

Penyakit American Fould Brood disebabkan oleh bakteri Bacillus larvae dan hanya sporanya yang sanggup memulai penyakit. Larva bakal bekerja, jantan dan ratu sangat peka terhadap AFB hingga umur tiga hari setelah menetas dan kemudian menjadi kebal terhadap penyakit tersebut. Larva yang tertular tampak sehat dan tidak terlaihat abnormal hingga beberapa hari kemudian sewaktu tertutup dalam sel-sel ssarang.

Sisiran yang telah terserang AFB umumnya terlihat seperti kotak-kotak lada namun pada serangan yang ringan kenampakannya tidaklah demikian. Tutup sel eraman yang sakit lebih coklat-gelap dari yang normal, biasanya berlubang dan cekung ke dalam.

Larva yang sehat warnanya putih mutiara sedangkan larva yang sakit warnanya berubah dari putih pudar hinggga coklat dan akhirnya hitam hingga berlanjutnya penyakit. Eraman yang dicurigai sakit, dicongkel dengan hati-hati kemudian dibuang. Bila penyakit berlanjut akan terbentuk kerak. Bila penyakit membunuh pupa, pupa yang mengeras menjulur seperti benang kerak menuju tengah sel sarang.

 

  1. Penyakit European Fould Brood (EFB)

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Melissococcus pluton dan penyabarannya luas di beberapa Negara serta penyakit ini sama ganasnya dengan AFB. Munculnya penyakit EFB biasanya pada pertumbuhan puncak populasi lebah madu. Dalam serangan yang tinggi dapat mengakibatkan penurunan populasi lebah madu beserta produksinya, terkadang gejala dari penyakit ini tidak terlihat walaupun populasi lebah madu telah mencapai puncak.

Lebah pekerja, jantan dan ratu semuanya tidak tahan terhadap EFB. Larva yang terkena EFB biasanya mati setelah 4 hari menetas sewaktu sel sarang masih terbuka. Berbeda dari AFB yang mematikan pada fase awal yakkni sewaktu baru menetas di dalam sel sarang.

Penampilan sisiran yang terserang EFB mirip dengan yang terserang AFB. Sisiran eraman bercak-bercak, warna tutup sel sarang berubah, berlubang-lubang dan cekung. Larva yang sakit warnanya berubah dari putih mutiara menjadi kuning dan pada khirnya hitam. Pada fase berwarna kuning terlihat seperti system percabangan trachea berwarna benang-benang kuning. Larva biasanya terlihat kurus, mengeriput menempel di sel sarang.

  1. Penyakit Sel Eraman

Penyakit sel eraman atau biasa disebut dengan sac-brood adalah satu-satunya penyakit eraman yang disebabkan oleh virus. Umumnya hanya terjadi pada sebagaian kecil larva dan jarang memusnahkan koloni.

Larva yang terserang sac-brood warnanya berubah dari putih mutiara menjadi kelabu dan akhirnya hitam. Larva mati sewaktu masih fase lurus, tepat menjelang jadi pupa sehingga larva yang terserang biasanya terdapat dalam sel sarang tertutup. Tutup sel adakalanya cekung dan warnanya berubah dan berlubang. Penyakit tersebut jarang menjadi parah dan menunjukan bercak-bercak lada seperti halnya AFB

  1. Penyakit Pengapuran Eraman atau Chalk-brood disease

Penyakit pengapuran eraman disebabkan oleh jamur Ascosphaera apis. Banyak pendapat tentang penyakit ini baik tingkat kerugian dan penyebabnya. Laporan dari Burma menyatakan bahwa penyakit ini dikaitkan dengan musim hujan yang menyebabkan kelembaban menjadi tinggi dan pada koloni lemah akhirnya meninggalkan sarang. Laporan dari Belize (Amerika Tengah) menyatakan penyakit tersebut jarang mematikan tetapi potensial melemahkan koloni sepanjang tahun.

Penyakit Chalk-brood lebih banayak menyerang pada larva lebbah pekerja dan lebah jantan. Jamur memparasit pada larva umur 3-4 hari setelah menetas. Larva yang terparasit akan segera ditutupi oleh miselium putih menyerupai kapas yang akan memenuhi seluruh sarang. Selanjutnya pada serangan lanjut miselium akan mongering, membentuk bahan padat yang dikenal sebagai mumi. Mumi dapat dijumpai di pintu masuk sarang koloni yang tertular ataupun pada lantai sarang

 

2) Penyakit pada Lebah Madu Dewasa

Pada umumnya penyakit yang menyerang pada lebah madu dewasa sulit didiagnosa karena gejala yang ada pada lebah yang terserang tidak spesifik secara morfologi. Gejala pada lebah yang terserang penyakit biasanya tidap dapat terbang, lembaran sayap longgar dan disentri. Oleh karenanya sering harus dilakukan pemeriksaan secara mikroskopis untuk mendiagnosa penyakit tersebut.

  1. Penyakit Nosema

Penyakit nosema disebabkan oleh protozoa  Nosema apis, penyakit ini sering terdapat pada lebah madu. Di daerah subtropis penyakit ini sering dapat menimbulkan penuruna produksi madu hingga 40% dan menyebabkan kematian koloni pada musim dingin. Lebah pekerja, jantan ddan ratu sangat rentan terhadapa penyakit ini dan mengakibatkan masa bertelur ratu terganggu dan tidak jarang menyebabkan ratu mati.

Siklus penyakit ini diawali oleh lebah dewasa menelan spora, yang selanjutnya berbiak di sel-sel epitel usus dan menggerogoti zat-zat makanan induk semangnya. Diagnosis dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan mikroskopis lambung (ventriculus) lebah. Untuk pemeriksaan ratu dilakukan dengan melakukan pemeriksaan koprologis.

  1. Penyakit Amoeba

Penyakit amoeba disebabkan oleh protozoa Malpighamoeba mellificae dan belum banyak diketahui tentang penyakit ini. Protozoa terdapat pada saluran malfigi lebah dewasa yang terserang dan mengganggu fungsi dari saluran alat tersebut. Lebah yang banyak diserang adalah lebah pekerja dan umumnya tidak parah, namun apabila berbarengan dengan penyakit Nosema akibatnya penyakit akan parah. Tidak ada penciri khusus dari gejala penayakit ini dan diagnose yang terbaik adalah dengan pemeriksaan mikroskopis dengan menentukan ada tidaknya siste di saluran malfigi.

  1. Paralisis Lebah Madu

Virus adalah salah satu penyebab yang mendorong paralisis, namun gejala mirip paralisis juga disebabkkan oleh beberapa bahan kimia beracun. Penyakit paralisis mungkin sering terjadi dalam satu koloni meskipun jarang didiagnosa. Penyakit tersebut dapat timbul sepanjang musim tetapi jarang parah dan tidak mengakibatkan kepunahan koloni. Pada serangan yang parah banyak lebah madu yang keluar dari sarang dan jalan berputar-putar tidak mampu terbang. Individu lebah yang mengalami paralisis sering warnanya gelap, tidak bersayap dan terlihat mengkilap.

  1. Septikimia

Septikimia disebabkan oleh bakteri Pseudomonas apiseptica dan jarang menyerang pada lebah madu. Penyakit ini menyebabkan jaringan pengikat dada, kaki, sayap, dan antenna rusak. Lebah yang tertular biasanya terasing sendiri, atau mati dan berbau busuk.

 

 

 

 

 

 

Komentar
  1. damarwulan mengatakan:

    salam kenal..sy menyukai artikelnya salam sukses pa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s