Keris

Posted: Maret 9, 2011 in Sosial Budaya

MENGENAL KERIS SEUTUHNYA

Untuk mengenal keris seutuhnya dari dekat maka perlulah meneliti dengan seksama. Bilahan keris dicabut dari sarungnya, kemudian dilepaskan pula mendak dan selutnya. Sehingga keris tersebut telanjang bulat. 

I. Pesi
Dalam keadaan telanjang bulat, kita akan leluasa dalam mengamati bagian-bagian keris tersebut. Kita akan meneliti dari bagian bawah, ialah bagian yang semula tertanam didalam tangkai keris atau ukiran. Berbentuk bulat dengan garis tengah 5 mili atau 0,5 cm tepat dipangkal keris dan meruncing bagaikan rebung bamboo sepnajang 7 cm. bagian tersebut dinamakan “PESI” dibuat dari bahan yang sama denganbilahan keris. Pesi juga terlihat berpamor, karena dibentuknya dari bagian bilahan itu juga. Hanya saja pesi tidak mempunyai ricikan. Pesi berfungsi sebagai tempat ukiran (tangkai) keris

II. Gonjo
Pada proses pembuatan keris, sang empu memotong sebagian bilahan keris yang ditempa sempurna lengkap dengan pamornya, potongan itu dimaksudkan untuk bahan membuat “GONJO”. Gonjo merupakan gambaran bilahan kerisnya, adapun gonjo ada beberapa jenis, diantaranya :
a. Gonjo Iras artinya gonjo yang dibuat tida terpisah dari bilahannnya
b. Gonjo Susulan artinya gonjo yang terpisah dari bilahannya dan terbuat dari bahan yang sama
c. Gonjo Wulung artinya gonjo yang tidak ada pamornya, kalau diwarangi hanya hitam saja
d. Gonjo baru artinya gonjo yang dirubah olep pemiliknya dengan sengaja, bertujuan untuk menghilangkan cirri khas kerisnya karena alasan tertentu

III. Bongkot
Bongkot merupakan bagian pangkal keris. Pada bagian inilah banyak terdapat ricikan atau perlengkapan. Baik itu bagian depan, belakang atau tengah bilah. Ricikan tersebut akan ditemukan pada beberapa bagian bongkot sesuai dengan motif dari keris tersebut. Pada bagian bongkot terdapat sekitar 21 ricikan pada setiap bilahan keris.

IV. Wadhuk
Wadhuk adalah bagian diantara pangkal keris dengan pucuk. Pada bagian ini hanya ada beberapa macam ricikan saja, yaitu kruwingan, gulo milir, adangada, dan gusen.
Ricikan yang terdapat pada wadhuk hanyalah kelanjutan dari bagian bongkot.

V. Bagian Pucuk
Pada bagian ini tidak ada ricikan sama sekali, yang ada hanyalah perbedaan bentuk pucuk keris itu. Bentuk pucuk keris terdapat 4 tusuk sate.
a. Pucuk Keris Nyujen Sate, bentuknya runcing menyerupai tusuk sate
b. Pucuk Keris Gabah Kosong, bentuk ujung keris menyerupai bulir padi yang kosong
c. Pucuk Keris Buntut Tumo, ujung keris yang bentuknya menyerupai ekor kutu (jawa = tumo)
d. Pucuk Keris Kembang Gambir, ujung keris yang bentuknya meyerupai ujung kuntum bunga gambir yang masih kuncup.

Demikianlah uraian tentang bilahan keris seutuhnya yang ada di tanah jawa dwipa ini. Apabila terdapat sebilah keris yang tidak terdapat motif atau tidak ricikan maka tidak dapat dikatakan keris melainkan jimat. Seorang empu tidak akan sembrono dalam membuat suatu keris, empu sangat teliti dan berhati-hati dalam merampungkan keris. Sehingga terciptalah sebuah bilahan besi yang indah dan mengagumkan sampai-sampai dikagumi mancanegara (UNESCO mengakui keris merupakan kebudaayan Indonesia). Ada beberapa penjelasan yang tidak saya berikan contoh seutuhnya karena kurangnya tempat, kalau ada yang masih membingungkan silahkan kirim email ke arga_hpt@yahoo.co.id

Diposkan oleh metamorfosis di

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s