INVASIVE ALIENS SPECIES

Posted: Maret 9, 2011 in Uncategorized

Ikan merupakan salah satu anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia. Secara taksonomi, ikan tergolong kelompok paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan; biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang(kelas Agnatha, 75 spesies termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800 spesies termasuk hiu danpari), dan sisanya tergolong ikan bertulang keras (kelas Osteichthyes). Ikan dalam berbagai bahasa daerah disebut iwak (jawa), jukut (vkt).

Ikan terbagi menjadi memiliki berbagai macam ekosistem salah satunya adalah air tawar yang memiliki manfaat dan keuntungan yang tinggi bagi manusia. Di Indonesia ikan merupakan suatu hal yang sangat berguna baik untuk meningkatkan kesejahteraan dalam hal ini sebagai mata pencaharian dan untuk meningkatkan gizi karena ikan memiliki kandungan protein yang sangat tinggi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh khususnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Indonesia merupakan Negara yang 80% wilayahnya terdiri dari perairan sehingga dikatakan sebgai Negara maritim dengan kelebihan memiliki biodiversity yang sangat tinggi termasuk keanekaragan jenis ikan. Namun, untuk saat ini banyak sekali jenis ikan lokal kita yang hilang ataupun punah karenan faktor tertentu
Kepunahan atau hilangnya spesies ikan tertentu disebabkan oleh salahtunya sifat dari ikan tertentu yang memliki agresivitas yang tinggi. Ikan banyak manfaat dan keuntungannya bagi kehidupan manusia namun perlu kita ingat bahwa dari setiap manfaat pasti ada suatu hal yang merugikan. Ikan pun demikian tanpa disadari ataupun tidak bahwa ada beberapa jenis ikan yang cukup berbahaya khususnya untuk biodiversity ekosistem perairan. Ikan dapat berperan sebagai hama pada ekosistem karena ada beberapa jenis ikan yang memiliki sifat omnivora yaitu pemakan segala sehingga membahayakan keberadaan ikan lain yang memiliki ukuran tubuh lebih kecil dan ikan tersebut juga memilki tingkat keperidian yang tinggi. Ikan-ikan yang dimaksud sebagai hama diantaranya adalah ikan bawal, ikan nila, ikan lele dumbo, ikan mas, ikan sepat, ikan mujaer. Ikan-ikan tersebut merupakan bukan ikan asli dari Indonesia melainkan diintroduksi dari Negara lain oleh pihak-pihak yang berwenang dalam hal ini dinas perikanan dan kelautan dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian rakyat dan menambah. Sebagai contoh adalah ikan nila yang merupakan introduksi dari afrika timur pada tahun 1969 oleh dinas yang terkait masa itu, hal tersebut dilakukan karena kandungan protein yang tinggi pada ikan dengan harga ikan yang terjangkau oleh masyarakat umum, untuk jenis ikan nila menurut dinas perikanan dan kelautan budidaya ikan nila tidak boleh dicampur dengan ikan lain karena nila memilki agresivitas yang tinggi dan tidak boleh nila dibudidayakan di aliran sungai. Kemudian ikan mujaer yang merupakan ikan yang berasal dari afrika namun untuk ikan ini tidak diintroduksikan secara sengaja melaikan karena penyebaran secara alami. Ikan mujaer pada Negara-negara maju seperti Autralia, Singapura, Amerika Serikat dimasukkan pada jenis ikan yang invasive karena sifat dari ikan tadi yang memilki agresivitas terhadap ikan lain yang cukup tinggi dan ikan mujaer cukup mudah beradaptasi dengan aneka lingkungan perairan dan kondisi ketersediaan makanan.
Ikan mujaer yang ditanam didanau lindau Sulawesi tengah, saat ini menimbulkan masalah karena ada beberapa jenis ikan yang ada disitu hilang seperti ikan moncong bebek. Hal tersebut telah diteliti oleh Whitten pada tahun 1986 dimana dia tidak menemukan momosonya (cangkang telur ikan moncong bebek) pada permukaan danau yang menandakan bahwa sudah tidak ada lagi jenis ikan tersebut dan ada satu persitiwa terbaru tentang introduksi ikan yang mempunyai potensi sebagai ikan yang bersifat invasive yaitu introduksi ikan bandeng oleh pemerintah di danau laut tawar di propinsi aceh dengan maksud untuk mengatasi pencemaran danau. Kegiatan ini menunjukan bahwa kurang mengertinya tentang aspek manajemen sumber daya perikanan dimana ikan bandeng berpotensi sebagai alien species terhadap ikan depik yang merupakan ikan endemic di daerah tersebut yang jumlahnya semakin menurun Oleh karenanya untuk saat ini perlu adanya restorasi ulang dari kesalahan manajemen perikanan yang sudah dimulai pada tahun 60-an sampai sekarang.

Ada beberapa cara untuk mengatasi ataupun meminimalisir dari masalah invasif ikan, diantaranya
1. Undang-undang dan peraturan karantina
2. Kemudahan informasi tentang organisme invasif
3. Pendidikan umum
4. Inspeksi
5. Penambahan tempat reservat perikanan

Introduksi ikan merupakan suatu hal yang bisa diibaratkan makan buah simalakama karena suatu kegiatan introduksi ikan memiliki tujuan seperti perbaikan kualitas air, diversifikasi ikan dsb namun hal tersebut memilki suatu dampak terhadap ikan lokal dan ikan endemik sehingga sebelum melakukan introduksi perlu dilakukan suatu kajian yang mendalam tentang hal tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s