Dinding Tubuh Serangga

Posted: April 7, 2011 in Serangga

Dinding Tubuh Serangga

Insectzoo.msstate.edu

Rangka seekor hewan menunjang dan melindungi tubuh, dan memindahkan gaya- gaya yang ditimbulkan oleh kontraksi urat- urat daging. Salah satu sifat dasar artropoda adalah perkembangan keeping- keeping yang mengeras atau bagan keeping- keeping yang mengeras atau sklerit, dan persatuan mereka ke dalam system rangka hewan tersebut. Ini biasanya disebut sebagai eksoskeleton karena sklerit adalah bagian dari dinding tubuh bagian luar artropoda. Sebenarnya, artoproda juga mempunyai eudoskeleton (rangka dalam) penunjang yang luas, kekang- kekang, dan tempat- tempat untuk penempelan urat- urat daging. Sifat- sifat dinding tubuh juga mempengaruhi cara zat- zat seperti air dan oksigen bergerak masuk dan keluar dari hewan.

Integumen seekor serangga terdiri dari tiga lapisan utama : satu lapisan sel, epidermis; lapisan aseluler yang tipis di bawah epidermis (yaitu menuju ke bagian dalam hewan), selaput dasar; dan lapisan aseluler lainnya, yang disekresikan oleh sel- sel epidermis dan dikeluarkan, yaitu kutikula.

Kutikula dadalah lapisan kimiawi yang kompleks, tidak hanya berbeda dalam struktur dari satu jenis ke jenis lainnya, tetapi bahkan berbeda dalam ciri- cirinya dari satu bagian seekor serangga ke bagian lainnya. Kutikula terbuat dari rangkaian- rangkaian polisakarida, kitin yang terbungkus dalam matrik protein. kitin terutama terbuat dari monomer gula N-asetilglukosamin. Rangkaian- rangkaian kitin individual saling menjalin- jalin membentuk mikrofibril, dan  mikrofibril- mikrofibril ini seringkali terletak sejajar dalam satu lapisan disebut lamina.

Kitin itu sendiri ialah satu zat yang sangat resisten, tetapi tidak membuat kutikula keras. Kekerasan berasal dari perubahan- perubahan selubung protein di mana mikrofibril- mikrofibril diselimuti. Kutikula tersebut pertama kali disekresikan oleh epidermis, disebut prokutikula, adalah empuk, liat, pucat warnanya, dan mudah direnggangkan sampai batas tertentu.  Pembentukan sklerit di kutikula ini adalah proses pengerasan dan penghitaman atau sklerotisasi. Ini akibat dari pembentukan ikatan- ikatan silang antara rangkaian- rangkaian protein di bagian- bagian luar prokutikula. Kutikula yang brsklerotisasi demikian disebut eksokutikula. Dibawah eksokutikula mungkin kutikula yang tidak bersklerotisasi yang disebut endokutikula. Endokutikula yang liat membentuk “selaput” yang menghubungkan sklerit- sklerit dan dapat diserap kembali dalam tubuh sebelum berganti kulit.

Di atas endo- dan eksokutikula terdapat satu lapisan aseluler yang sangat tipis, epikutikula. Epikutikula itu sendiri terdiri dari lapisan- lapisan : yang biasanya ada ialah epikutikula bagian dalam, epikutikula bagian luar (atau kutikulin), satu lapisan lilin, dan satu lapisan perekat. Epikutikula tidak mengandung kitin. Lapisan lilin tersebut sangat penting bagi serangga- serangga darat karena lapisan lilin berfungsi sebagai mekanisme utama untuk membatasi kehilangan air melalui dinding tubuh (kedua eksokutikula dan sendokutikula permeabel terhadap air). Seperti hanya suatu benda padat yang menyusut dalam ukuran besarnya (bila diukur berdasar isi, luas permukaan, atau beberapa dimensi linear) maka perbandingan luas permukaan terhadap isinya, yaitu jumlah daerah permukaan, imbanga itu meningkat. Karena itu, kehilangan air melalui permukaan tubuh secara relatif lebih penting bagi seekor makhluk kecil daripada yang besar. Banyak hewan- hewan darat kecil terkenal yang tidak mempunyai satu lapisan malam, misalnya siput dan isopoda, tetapi makhluk- makhluk ini biasanya terbatas pada daerah- daerah yang mempunyai kelembaban relatif yang tinggi, jadi menurunkan laju hilan air dari tubuh mereka.

Sklerit- sklerit dinding tubuh seringkali dipisahkan oleh lekukan- lekukan dan bukit- bukit, atau mungkin menonjol ke dalam tubuh sebagai tonggak- tonggak dalam. Pada umumnya, suatu lekukan bagian luar memberikan satu tanda lekukan kutikula dinding tubuh bagian luar disebut suatu sulkus (jamak sulsi). Istilah sutura juga sangat luas dipakai dan menunjuk suatu garis persatuan antara dua sklerit yang dahulunya terpisah. Perbedaan itu sanagt halus dan seringkali sulit atau tidak mungkin hanya dengan melihat pada struktur bagian luar dari satu spesimen; oleh sebab itu di dalam buku ini kita umumnya kan menggunakan istilah- istilah ini lebih kurang secara sinonim. Garis pembalikan (infeksi) yang terlihat dari sebelah luar biasanya berkaitan dengan gerigi- gerigi bagian dalam, atau kostae. Kostae bagian dalam berfungsi sebagai kekang- kekang yang menguatkan atau sebagai tempat- tempat penempelan otot daging. Puncak bagian luar mungkin disebut sebagai kosta atau karina (atau sejumlah nama- nama umum Inggris lainnya seperti ‘keel’). Penonjolan- penonjolan bagian dalam kutikula juga disebut sebagai apodema atau apofisis.

 

Siapa Aku?

Posted: April 3, 2011 in Uncategorized

BINTANG YANG CANTIK

Gambar : Suputa

Bentuku seperti bintang

Warna tubuhku bagian tengah kuning dan sekeliling hialin

aku biasa ditemukan pada tanaman mangga

aku sering terdapat pada bagian bawah permukaan daun mangga

Makananku adalah nutrisi pada daun mangga

SIAPAKAH AKU?

 

Bunga Mangga Yang Rusak

Posted: April 3, 2011 in Pengelolaan

Forum Diskusi

Koleksi Pribadi; Kerusakan Pada Bunga Mangga

Jumat siang kemaren tepatnya tanggal 1 maret 2011, penulis jalan-jalan didaerah pemalang jawa tengah. Kemudian penulis berhenti disebuah kebun mangga yang lumayan luas mungkin kira-kira 500 m2, penulis lihat-lihat kebun tersebut sambil mengamati buahnya. Namun saat penulis sedang mangamati bunga buah mangga yang berwarna kecoklatan seperti gosong tiba-tiba ada bapak tua yang menghampiri penulis. Ternyata bapak tua tersebut pemilik dari kebun mangga ini. Bapak tersebut mulai cerita tentang kebun mangganya dan dia merasa jengkel karena setiap kali berbunga buah mangganya pasti selalu ada yang berguguran, bahkan pada bagian tersebut menjadi layu sehingga bunga yang jadi buah hanya satu dua saja. Ketika penulis amati tidak tampak adanya serangan hama. Berkaitan dengan hal tersebut menurut teman-teman apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana solusinya?

 

PENGENDALIAN PENGGEREK BATANG PADI PUTIH OLEH PETANI

gambar: bpplentengsumenep.com

a. Penggenangan Tunggul

Pengendalian penggerek batang padi dapat dilakukan potong rumpun padi saat panen lebih kebawah, pengolahan tanah yang sempurna, pengaturan waktu semai setelah dilampauinya puncak penerbangan ngengat >7 hari dan penggenangan tunggul padi.

Cara penggenangan tunggul padi ditujukan ulat diapauses (lebih dari 4 bulan setelah panen). Cara ini telah umum dilakukan petani didaerah endemis serangan penggerek batang padi putih di daerah Cirebon, indramayu dan sekitarnya. Pengalaman yang dilakukan kelompok tani kertasari kecamatan bongas kabupaten indramayu membuktikan bahwa dengan melakukan penggenangan lahan setingggi .5 cm selama 5 hari terus menerus, mengakibatkan lahan ini menjadi kondisi anaerob bagi organisme yang mengakibatkan sulit mengkonsumsi oksigen di udara secara baik.

b. Pengumpulan Kelompok Telur disesuaikan dengan jadwal kegiatan di sawah

(dilakukan oleh kelompok tani di Yogyakarta dan kelompok tani campurdarat Tulungagung)

Pengumpulan kelompok telur penggerek agar tidak memerlukan waktu khusus dapat dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan rutin mengelola sawah yaitu sebagai berikut :

  • Saat mencabut bibit untuk ditanam
  • Saat menyiang ke 1 yaitu sekitar umur tanaman 14 hst
  • Saat menyiang ke 2 yaitu sekitar umur tanaman 35 hst


 

 

Sumber gambar : dikabiounesa.blogspot. com

Pestisida merupakan mikroorganisme baik itu virus, jamur, bakteri, nematode ataupun senyawa kimia yang telah diformulasikan untuk mengendalikan organism pengganggu tumbuhan ataupun bisa untuk merangsang pertumbuhan. Sejauh ini pestisida meruapa suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan petani layaknya orang memasak kalau tidak ditambah garam maka hambar rasanya, demikian juga anggapan para petani dimana pestisida neruapan suatu kewajiban yang tidak dapat dipungkiri. Terutama untuk petani hortikultura penggunaan pestisida merupan suatu hal yang menjadi keharusan dimana dalam menggunakan pestisida serampangan dan melebihi dosis. Perlakuan tersebut dapat menyebabkan berbagai persitiwa salah satunya adalah resistensi.

Resistensi adalah kekebalan suatu jenis opt tertentu terhadap bahan aktif pestisida.  Meskipugn dalam proses terjadinya resistensi hama terdapat banyak hal yang belum sepenuhnya dimengerti, tetapi beberapa langkah berikut disarankan untuk mencegah atau sedikitnya menunda terjadinya resistensi hama atau penyakit

Tabel pengolahan resistensi dengan insektisida campuran

Golongan Pyrethroid Karbamat OP Nicotionoid Pyrazole Spinosyn
Pyrethroid Hindari Sedikit Dianjurkan Sangat Dianjurkan Dianjurkan Dianjurkan Dianjurkan
Karbamat Sedikit Dianjurkan Hindari Sedikit Dianjurkan Sedikit Dianjurkan Sedikit Dianjurkan Dianjurkan
OP Sangat Dianjurkan Sedikit Dianjurkan Sedikit Dianjurkan Dianjurkan Dianjurkan Dianjurkan
Nicotionoid Dianjurkan Sedikit Dianjurkan Dianjurkan Hindari Sangat Dianjurkan Sangat Dianjurkan
Pyrazole Dianjurkan Dianjurkan Sangat Dianjurkan Hindari Sangat Dianjurkan
Spinosyn Dianjurkan Dianjurkan Dianjurkan Sangat Dianjurkan Sangat Dianjurkan Hindari

Catt : Untuk bahan aktif dan nama dagangnya coba lihat di Buku Pestisida terdaftar dari kementerian pertanian

KOLEKSI SERANGGA

Posted: Maret 10, 2011 in Serangga

Gambar : IPB.ac.id

Koleksi Serangga

Serangga merupakan hewan kecilmyang sangat indah dan menarik. Setiap jenis serangga memiliki serangga memiliki ciri khusus dalam tingkah laku dan memilki suatu karakter stage pada setiap spesies serangga. Selain keunggulan yang diatas serangga juga memiliki keindahan yang luar biasa dan apabila di buat menjadi suatu kerajinan akan memilki nilai tambah apabila di jual. Untuk membuat suatu kerajinan dalam hal nya awetan serangga di perlukan suatu cara untuk menangkap dan mengoleksi serangga tersebut. Berikut akan sedikit di jelaskan tentang alat-alat koleksi serangga dan preservasi.

Alat – Alat Koleksi Serangga

Untuk mengoleksi serangga kita memperlukan alat-alat bantu untuk menangkap serangga tersebut karena serangga memiliki gerakan yang sangat cepat. Alat-alat bantu untuk menangkap serangga dapat berupa jaring, aspirator ataupun berupa perangkap serangga.

1. Aspirator

Aspiartor atau alat pengisap merupakan alat untuk mengumpulkan serangga-serangga kecil dan tidak begitu aktif bergerak (seperti wereng) dengan cara mengisapnya. Alat ini dipakai untuk mengumpulkan serangga yang diperlukan dalam keadaan hidup. Bagian-bagian dari alat ini adalah pipa besi pengisap, gabus penutup botol dan pipa plastik yang diarahkan untuk pada serangga yang akan ditangkap serta sebuah botol. Botol yang dipakai sebagai penampung serangga yang akan diisap hendaknya terbuat dari gelas yang transparan, agar kita dapat dengan mudah melihat serangga yang tertangkap dari luar.

2. Jaring Ayun

Merupakan alat bantu untuk menangkap serangga yang aktif terbang dan alat ini dugunakan dengan bantuan tangan untuk mengkap serangga yang aktif terbang, seperti kupu-kupu, capung, lebah dll. Jaring serangga terbuat dari bahan yang ringan dan kuat, yaitu kain kasa dan blacu. Panjang tangkai jaring sekitar 75-100 cm. Mulut jaring terbuka dengan garis tengah sekitar 30 cm. Bingkai lingkaran mulut jaring terbuat dari kaawat yang keras dan kuat. Panjang kantong kain kasa sekitar dua kali panjang garis tengah lingkaran mulut jaring. Jaring serangga dapat digunakan dengan dua cara, yaitu:

a. Mengayunkan pada tanaman, dalam keadaan ini diperlukan kecepatan dan ketrampilan khususnya bagi serangga yang terbang cepat.

b. Menyapukan disekitar pertanaman, di sini akan diperoleh jumlah dan jenis serangga yang relatif sedikit.

3. Surber

Merupakan jaring yang digunakan untuk dengan bantuan tangan untuk menangkap serangga-serangga yang hidup didalam air biasanya larva Lepidooptera dan Trichoptera. Jaring serangga air tidak jauh berbeda dengan jaring serangga biasa, akan tetapi biasanya lebih kuat. Garis tengah lingkaran mulut jaring sebaiknya 10-15 cm saja. Panjang kantong biasanya tidak lebih dari garis tengahnya. Panjang tangkai kayu sekitar 1,5-2 meter. Bentuk mulut jaring ada yang bulat, segitiga atau seperti huruf D. Bentuk segitiga biasanya lebih mudah digunakan untuk menyisir permukaan bawah air. Kain kantong pada jaring serangga air bianya terdapat perbedaan yaitu bercampur dengan nilon sehingga kainnya lebih rapat dan lebih ringan serta tidak menyerap air.

Perangkap Serangga

Selain dengan alat diatas untuk mengangkap serangga diperlukan trap ataupun pernagkap serangga untuk menangkap serangga yang nocturnal, habitat hidupnya ditempat yang terlalu tinggi dan serangga yang sulit ditangkap dengan alat-alat diatas. Biasanya pperangkap dipasang sesuai dengan ketertarikan serangga tersebut terhadap suatu hal dan perangka dipasang didaerah dimana serangga-serangga sering berkumpul.

1. Pitfall Trap

Perangkap jenis ini digunakan untuk memperangkap serangga-serangga yang berjalan diatas permukaan tanah. Pitfall trap dibuat dengan cara membenamkan kaleng ataupu gelas kedalam tanah. Didalam bagian dalam kaleng kita diberi larutan pengawet yang terdiri atas campuran 5 bagian propylene phhenoxytol, 45 bagian propylne glycol, 50 bagian formalin dan 900 bagian air namun biasanya dalam keseharian hanya menggunakan cairan detergen atau air sabunn. Untuk menarik kedatangan serangga, maka ditempatkan umpan didalam perangkaap tersebut. Umpan ditempatkan di tempat umpan yang dibuat sedemikian rupa sehingga masih menarik serangga tersebut, contohnya semut, kumbang carabidae, tenebrionidae.

2. Aerial Bait Trap

Perangkap jenis ini berukuran relatif kecil dan biasanya terbuat dari dua buah stoples palstik yang berdiameter 15 cm bagian tutup berulir. Kedua stoples tersebut diletakan berhadapan pada bagian mulutnya, satu diatas yang lain. Tutup stoples tersebut diberi bulat atau besar. Pada bagian dalam tutup stoples yang diatas ditempelkan corong yang terbuat dari kawat kasa. Pada bagian dasar dari stoples yang atas diberi lubang-lubang kecil sebagai ventilasi untuk mencegah kondensasi dan untuk membiarkan serangga yang terperangkap tetap hidup. Umpan sebagai penarik kedatangan serangga diletakan dalam stoples bagian bawah. Beberapa jenis bahan dapat digunakan untuk umpan antara lain: buah-buahan yang mengalami fermentasi, jeroan binatang, darah binatang. Selain itu khusus untuk menarik kedatangan lalat buah kita dapat menggunakan “metil eugenol” (dipasaran dijual dengan nama petrogenol). Bagian samping bawah stoples diberi lubang sebagai tempat serangga masuk, contoh serangganyaBactrocera spp dan Dacus spp.

3. Light Trap

Pada dasarnya perangkap ini terdiri atas lampu penarik atau pemikat, corong dan botol atau alat penampung. Serangga yang datang tertarik karena cahaya lampu, cahaya lampu akan jatuh melalui corong kedalam botol atau tempat penampungan yang berisi larutan pembunuh. Perangkap ini dilindungi dari hujan dengan dibuatkan atap atau tudung yang berbentuk kerucut. Perangkap ini digunakan untuk menarik serangga nocturnal atau yang aktif pada malam hari kemudian pada pagi harinya kolektor tinggal mengumpulkan serangga yang kena, contohnya Noctuidae, Saturniidae dan Sphingidae.

Alat-Alat Preservasi

Setelah serangga yang kita inginkan didapat maka harus ada tindakan pengawetan. Pengawetan serangga sangat penting karena banyak sekali keperluan dari awetann tersebut selain untuk dikoleksi awetan serangga biasanya dipergunakan untuk berbagai macam hal penelitian terutama dengan biodiversitas serangga. Pengawetan serangga membutuhkan suatu pengetahuan dan ketrampilan khusus karena bila kita melakukan tindakan pengawetan serangga yang salah maka akan berakibat fatal. Pengaweta serangga diperlukan peralatan-peralatan khusus seperti :

1. Killng botle

Botol pembunuh atau killing botle dapat digunakan untuk membunuh dan megawetkan serangga untuk tujuan koleksi. Botol pembunuh bisa bervariasi dalam bentuk dan ukuranya. Botol dengan mulut yang lebar lebih baik daripada botol dengan mulut yang sempit karenan nantinya akan susah untuk memasukka serangga yang ukurannya relatif besar. Botol ini terbuat dari kaca atau plastik yang transparan. Didalam botol pembunuh dimasukan bahan pembunuh. Bahan pembunuh yang baik adalah ethyl asetat dan sianida. Ethyl asetat lebih aman digunakan daripada sianida, tetapi tidak dapat membunuh dengan cepat. Serangga yang terbunuh dengan ethyl asetat biasanya lebih santai dan warnanya sedikit berubah.

Untuk mengurangi kelembaban didalam botol maka diletakan beberapa lembar tempat kertas tisu didasar botol. Serangga yang telah mati didalam botol sebaiknya langsung dipindahkan pada tempat yang telah disediakan karena bila terlalu lama didalam botol waarna dari serangga akan berubah adan itu akan berdamapak pada identifikasi.

2. Span Block

Merupakan papan perentang yang digunakan untuk serangga-serangga bertubuh besar, seperti kupu-kupu dan serangga yang bersayap. Papan perentang atau span block terbuat dari kayu alba atau sengon yang ralif strukturnya lunak ataupun bisa terbuat dari steroform. Lebar papan perentang 10-20 cm dengan pada bagian tengah dilubangi dengan ukuran yang terdiri dari 3 ukuran yang berbeda yang berfungsi untuk meletakan bagian thoraks dan abdomen serangga. Kemudian untuk panjang biasanya disesuaikan tapi biasanya 25-30 cm dan diatas papan perentang diberi lapisan kertas ataupun yang alain untuk menjaga pada saat perentangan sayap dari serangga tidak rusak.

3. Insect Pin

Untuk awetan kering biasanya digunakan dua metode yaitu pinninng dan karding. Untuk pinning digunakan sebuah jarum khusus serangga yang ukurannya telah disesuaikan dengan serangga tersebut yaitu dari 00 sampai 9. Jarum yang dipergunakan harus anti karat.

4. Kertas Karding

Seperti halnya dengan pinnig karding merupakan salah satu metode untuk mengawetkan serangga kering. Karding digunakan apabila ukuran dari serangga tersebut sangat kecil dan tidak dimungkinkan untuk melakukan pinning karena dikhawatirkan merusak serangga tersebut. Kertas karding merupakaan kertas biasa yang dipergunakan untuk menempelkan serangga dengan ukuran yang sangat kecil. Biasanya warna kertas karding putih karena biar jelas dan kertas yang digunakan biasanya karton. Ukuran kertas karding telah ditentukan yaitu untuk bentuk kertas yang segitiga (2,5-5 mm x 7-10 mm) dan untuk bentuk persegi panjang (2,5-5 mm x 7-10 mm).

5. Kertas Label

Kertas label berbeda dengan kertas karding, kertas label merupakan kertas yang dipergunakan baik itu dengan metode karding maupun pinning karena fungsi dari kerta label ini adalah sebagai penanda dimana serangga ini ditemukan yang berisi tanggal bulan tahun kemudian tempat ditemukan serta kolektor (bagian atas) dan pada bagian bawah berisi identifikasi dari serangga tersebut. Jarak antara kertas label atas dengan bawah 5 mm.

6. Pinning Block

Alat untuk mengatur ketinggian spesimen serangga awetan hasil koleksi dengan metode pinning selain itu pinning block juga digunakan untuk mengatur ketinggian kertas label dan karding. Bentuk Pinning block bertingkat seperti tangga dengan setiap bagiannya tangganya memiliki ketinggian yang berbeda serta terdapat lubang yang berfungsi untuk pinning. Pinning block biasanya terbuat dari kayu.

 

ILMU TAYUH KERIS

Posted: Maret 10, 2011 in Sosial Budaya

jawatrails.wordpress.com

ILMU TAYUH KERIS

Ilmu Tayuh Keris adalah sejenis ilmu tradisional yang digunakan untuk menentukan apakah sebilah keris akan cocok dipakai atau dimiliki oleh seseorang, atau tidak. Ilmu ini terutama bermanfaat untuk meningkatkan kepekaan seseorang agar dia dapat menangkap kesan karakter sebilah keris dan menyesuaikan dengan kesan karakter dari calon pemiliknya.

Contohnya, keris yang menampilkan karakter keras, galak, tidak baik dipakai oleh seorang yang sifatnya keras dan kasar. Untuk orang semacam itu sebaiknya dipilihkan keris yang karakternya lembut, dingin.

Cara Me-nayuh

Ada berbagai cara untuk me-nayuh sebilah keris atau tombak. Di Pulau Jawa dan dibeberapa daerah lainnya, yang terbanyak adalah dengan cara meletakkan keris atau tombak itu di bawah bantal, atau langsung dibawah tengkuk, sebelum tidur. Agar aman, keris atau tombak itu lebih dahulu diikat dengan sehelai kain dengan sarungnya. Dengan cara ini si Pemilik atau orang yang me-nayuh itu berharap dapat bertemu dengan ‘isi’ keris dalam mimpinya. Namun cara ini tidak senantiasa berhasil. Kadang-kadang mimpi yang dinantikan tidak muncul, atau seandainya mimpi, sesudah bangun lupa akan isi mimpinya.

Jika malam pertama tidak berhasil biasanya akan diulangi pada malam berikutnya, dan seterusnya sampai mimpi yang diharapkan itu datang. Keris atau tombak itu dianggap cocok atau jodoh, bilamana pada saat ditayuh orang bermimpi bertemu dengan seorang bayi, anak, gadis, atau wanita, pemuda atau orang tua, yang menyatakan ingin ikut, ingin diangkat anak, atau ingin diperistri.

Bisa jadi, yang ditemui dalam mimpi termasuk juga makhluk yang menakutkan. Mimpi yang serupa itu ditafsirkan sebagai isyarat dari ‘isi’ keris yang cocok atau tidak cocok untuk dimiliki.

Bagi orang awan, cara me-nayuh lewat mimpi inilah yang sering dilakukan, juga sampai sekarang. Selain cara itu masih banyak lagi cara lainnya. Untuk dapat me-nayuh keris atau tosan aji lainnya, tidak harus lebih dulu menjadi seorang ahli. Orang awan pun bisa, asalkan tahu caranya.

Dalam masyarakat perkerisan juga dikenal apa yang disebut keris tayuhan, yaitu keris yang dalam pembuatannya lebih mementingkan soal tuah daripada keindahan garap, pemilihan bahan besi, dan pembuatan pamornya. Keris semacam itu biasanya mempunyai kesan wingit, angker, memancarkan perbawa, dan ada kalanya menakutkan.

Walaupun segi keindahan tidak dinomorsatukan, namun keris itu tetap indah karena pembuatnya adalah seorang empu. Padahal seorang empu, tentulah orang yang mempunyai kepekaan keindahan yang tinggi. Patut diketahui, keris-keris pusaka milik keraton, baik di Yogyakarta maupun di Surakarta, pada umumnya adalah jenis keris tayuhan. Dapur keris tayuhan, biasanya juga sederhana, biasanya juga sederhana, misalnya, Tilam Upih, Jalak Dinding, dan Mahesa Lajer.

Bukan jenis dapur keris yang mewah semacam Nagasasra, Naga Salira, Naga Kikik, atau Singa Barong. Selain itu, keris tayuhan umumnya berpamor tiban. Bukan pamor rekan. Di kalangan peminat dan pecinta keris, keris tayuhan bukan keris yang mudah diperlihatkan pada orang lain, apalagi dengan tujuan untuk dipamerkan. Keris tayuhan biasanya disimpan dalam kamar pribadi dan hanya dibawa keluar kamar jika akan dibersihkan atau diwarangi.